Heaven is So Real
Choo Thomas
“Pada 19 Januari 1996,saya bangun pada jam 3 pagi.Badan saya berguncang..saya memalingkan kepala saya di bantal untuk melihat kea rah bunyi itu,dan di sana,berkilauan sesosok tubuh memakai pakaian putih.IA ADALAH TUHAN…”
Bagaimana mungkin ini terjadi padaku?Saya heran..sementara saya mulai gemetar..dan menangis air mata kasih dan sukacita.
“Puteri-Ku…Aku adalah Tuhanmu,dan Aku hendak bercakap-cakap denganmu.Aku akan
Banyak mengunjungimu sebelum pekerjaan ini selesai.”
“Pengaruh kuat suara-Nya,kata-kata-Nya,pesan-Nya mengenai saya dengan kuasa yang luar biasa..”
Bukan sekali atau dua kali,tetapi sepuluh kali dalam bulan itu,Tuhan Yesus muncul dekat tempat tidurnya dan bercakap-cakap dengannya.
KEMUDIAN PERJALANAN DIMULAI…
Tuhan sendiri membawa saya ke surga 17 kalidalam waktu yang berlainan,di dalam badan transformasi roh saya,pada usia kira-kira 15 atau 16 tahun dan menunjukkan saya hal-hal yang tak terhitung banyaknya di surga yang telah Ia sediakan bagi umat-Nya,dan menunjukkan kepada saya neraka dua kali.Ia juga menunjukkan kepada saya hal-hal selama masa penderitaan,setelah Ia membawa umat-Nya ke surga.
Ini adalah sebagian kecil rangkuman yang tertuang dalam buku Heaven is So Real.
Agar dapat kita petik hikmat dari semua yang dapat kita tangkap dari kesaksian ini.
“Kita Akan Ke Surga”
Tuan saya membawa saya lagi ke dalam sebuah terowongan yang besar sekali.Tidak seperti kebanyakan-kebanyakan terowongan tetapi yang satu ini terang dan bersinar.Saya berpikir ini mestinya terowongan yang orang-orang hampir mati sering mengalami keadaan seperti lorong dari kehidupan ini kepada kehidupan selanjutnya.Dalam kebanyakan keadaan mengalami keluar dari badan,orang melaporkan bahwa mereka terlempar ke dalam terowongan yang panjang,gelap dengan cepat sekali.Jauh di ujung terowongan itu,mereka dapat melihat kemilau sinar cahaya surga.Ini,saya piker,mesti jalannya kepada kerajaan Surga yang menakjubkan,yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata.Sekarang,Tuhan dan Juru Selamat saya sedang membawaku ke sana lagi.
Kami berjalan disamping sungai yang sangat bning dan indah,dan kemudian kami kembali ke pantai.Yesus lalu berkata,”Kita akan ke surga.”
Segera setelah Yesus mengumumkan tujuan kami,saya mulai terbang.Badan saya terbang seperti seekor burung.Saya teringat ayat dari Yesaya:”Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru.Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya,mereka berlari dan tidak menjadi lesu,dan mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:31)
Saya terbang dan membumbung tinggi seperti seekor rajawali,dan saya tidak takut,sebab saya tahu Yesus bersama saya.Seperti satu detik saja.Segera kami sampai pada suatu jalan yang sempit,berliku yang dibatasi dengan indahnya oleh pohon-pohon tinggi dan lebatnya rumput hijau.Di depan,saya melihat sebuah gerbang yang besar sekali yang dipasang dengan sebuah pagar putih.Sewaktu kami mendekati gerbang saya melihat bahwa jalan pada bagian lain dari pagar itu semuanya putih,dan pada keduabelah sisi jalan kecil itu,segala jenis bunga-bunga yang indah permai dan beraneka warna memamerkan bermacam-macam warnanya dan mekar.
Saya mulai mengerti dengan lebih jelas mengapa Tuhan mengijinkan saya mengujungi kerajaanNya.Saya sadar pada saat itu,bahwa jika yang dapat mati di bumi dapat melihat apa yang saya lihat,mereka tidak perlu kuatir lagi.Saya tahu saya harus menceritakannya kepada semua orang yang saya temui,mengenai pengalaman saya sehingga mereka juga tidak akan pernah kuatir lagi.
Tuhan sungguh-sungguh menjaga semua keperluan hidup kita.Tuhan sedang melaksanaka kehendakNya.KasihNya kepada anak-anakNya tak pernah padam.FirmanNya benat.
SURGA LEBIH BAIK
Susunan bunga-bunganya lebih hebat dari kebun manapun yang pernah saya lihat.Saya terpekur,Saya gembira bahwa ada bunga di surga.
Bunga-bunga merekah paling indah yang pernah saya lihat,dan mereka seakan akan tumbuh lebih bercahaya dan lebih berwarna-warni sewaktu kami mendekati pintu masuk ke istana putih yang luas yang telah kami lalui.
Yesus menuntun saya ke atas anak tangga kepada pintu berganda di depan,saya melihat bahwa pintu masuknya berbingkai emas,dan berpanel kaca ornament warna yang indah pada kedua sisinya.Kami berjalan melalui pintu sampai pada lantai pualam yang putih.Dinding-dinding batu lorong yang bercahaya mengingatkankan saya bahwa saya sekali lagi berada di kawasan tahta Tuhan,dan dengan setiap langkah yang kami ambil,hati saya berdebar lebih kuat.
Kami masuk ke suatu ruangan,dan kejadian ini lebih mempesoa dari sebelumnya.Tahta Tuhan terbuat dari emas yang mengkilat berdiri megah sedikit lebih tinggi dari podium yang berbentuk bujur telur.Sorot cahaya kemuliaan mengalir dari tengah-tengah ruangan di mana podium itu terletak.
Saya dibimbing oleh seorang malaikat ke suatu kamar kecil di samping dan saya hern menjumpai kamar rias di situ.Sebuah kacaberukuran badan meliputi seluruh dinding sebelah kiri ruangan ini,dan banyak kursi beludru yang indah teratur dengan rapi di depan kaca.
Suatu makhluk yang cantik berdiri di depan saya,dan saya langsung menympulkan bahwa saya sedang bersama seorang malaikat.Makhluk itu membuka sebuah lemari pakaian yang sangat besar berisi banyak jubah,pakaian dan mahkota di atas saya.Setiap jubah bersulamkan warna-warna yang kaya.Saya berpendapat bahwa pakaian ini adalah yang paling mempesona dan paling mahal yang pernah saya lihat.
Setelah saya berpakaian,malaikat itu menemani saya kembali ke ruang utama.Tuhan sedang menunggu saya.Saya melihat bahwa Ia memakai pakaian dan mahkota yang sama dengan saya.
Ia membawa saya ke suatu bangunan yang lain dan menyerupai gambar istana di zaman pertengahan Eropa yg srg saya lihat.Ada dinding batu pada kedua sisi istana itu,dan bunga-bungaan yang indah ditanam di sekelilingnya.Pada waktu saya menikmati pemandangan di depan saya,saya merasa seperti berada di suatu negeri yang indah menakjubkan,tenteram dan bahagia.Saya tidak ingin kembali ke bumi.
Alkitc mengatakan kita semua akan menyembah Tuhan di hadapan tahtaNYA:"Segala bangsa yang Kau jadikan datang sujud menyembah di hadapanMU,ya Tuhan,dan akan memuliakan namaMU.Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban,Engkau sendiri saja Allah"(Mazmur 86:9-10)
Nabi Yesaya mencatat perkataan Tuhan:"Langit adalah takhtaKU dan bumi adalah tumpuan kakiKU"(Yesaya 66:1)
Surga adalah tempat yang begitu mulia,dan adalah suatu kegembiraan untuk sujud menyembah Tuhan disana selamanya.
Surga lebih baik dari ini/Puji Tuhan/Sungguh gembira dan bahagia/menyusuri jalan-jalan dari emas murni/Engkau akan masuk ke suatu negeri di mana engkau tidak akan pernah menjadi tua.Dan kenyataannya memang benar.Surga jauh lebìh baik dari bumi.Sungguh,tidak ada bandingannya di antara bumi dan surga.
Kami memasuki istana,dan saya langsung melihat betapa serambinya berpermadani warna-warni.Perabotnya yang elok dipilih sesuai dengan warna dan gaya permadaninya.Dindingnya berkilauan dan mengkilap,sangat gemerlap,nyatanya,hampir membutakan mata saya.Pada akhir ruang masuk,terus sedikit,saya melihat pintu dorong.Saya ingin tahu apa yang akan kami temukan di bagian yang lain.
KOLAM ISTIMEWA
Saya segera tahu,pintu dorong kaca tidak menuju ke ruangan lain,melainkan adalah pintu keluar masuk kebun istana.Di tengah-tengah tempat yang mengagumkan ini ada sebuah kolam.Seluruh"halaman belakang" dikelilingi oleh dinding batu.Bunga-bunga dari sgala jenis dan rupa membentuk suatu lautan cantik ke manapun saya memandang.
Saya melihat bermacam pohon buah-buahan tumbuh dekat dinding batu itu.Pohon-pohon ini dipenuhi oleh buah-buahan yang paling besar dan paling lezat yang belum pernah saya lihat.Mereka dilingkari oleh bunga-bunga yang cantik dan indah lebat.Tersebar di seluruh kebun yang mempesona ini adalah batu-batu sungai besar yang kelabu kelihatannya dipasang secara teratur untuk duduk dan istirahat.
Kolam itu membangkitkan rasa ingin tahu saya,dan secepat saya memandangnya,saya mulai menyanyi dalam Roh dan menari dengan riang.Saya sungguh-sungguh tidak dapat menerangkan mengapa saya memberikan reaksi kepada pemandangan itu dengan begitu gairah,tetapi sesuatu yang ajaib mendorong saya untuk mengungkapkan rasa terima kasih saya,kegembiraan,dan kedamaian dengan cara begitu.Tuhan duduk atas batu dan menonton saya menari.
Ya,ada sekelompok air di surga,dan air dari kolam mini jernih dan tenang.Airnya bersinar seperti kristal.
Ia,Tuhan,berkata kepada saya,"Ini adalah kolam yang istimewa."
Saya tahu,tetapi saya tidak tahu mengapa.Tuhan tidak menerangkan perkataanNYA kepada saya pada saat itu,tetapi saya menduga,bahwa kolam itu menyimpan banyak rahasia rohani yang akhirnya saya akan pelajari,satu per satu.Saya berpikir:Inikah di mana dosa saya dan dosa orang-orang percaya yang lain dikubur?Apakah kolam ini lambang air dalam Firman Tuhan?
Tentu saja,air melambangkan penyucian dosa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita.FirmanNya berkata bahwa"1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. "(1 Yoh 1:9).
Firman Yesus seperti yang tercatat oleh Rasul Yohanes,masuk ke dalam pikiran saya:"Yohanes 3:5 Jawab Yesus: " Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. "
YESUS SUDAH SIAP…DAN MENUNGGU
Sesudah beberapa saat yang sungguh menggembirakan,ketika saya menari dan menyanyi dekat kolam,Tuhan membawa saya kembali ke istana putih di mana saya mengganti pakaian yang saya pakai ketika Ia membawa saya ke surga.Kemudian kami berjalan kembali ke tempat kami mendarat di gunung yang tertutup oleh pohon-pohon dan semak-semak hijau.
"Kita sedang kembali ke bumi,"Tuhan berkata.
Ia memegang tangan saya lagi dan kami mulai terbang dari cakrawala surgawi ke bumi.Kami kembali ke tempat di mana kami mulai perjalanan khusus ini-sepanjang pantai yang cantik dan tenteram tempat kami berjalan-jalan sebelumnya.
Yesus berkata:"PuteriKU,sekarang kamu tahu betapa istimewanya engkau bagiKU.Aku mau engkau mengingat bahwa mengambil waktu yang lama bagiKU untuk mempersiapkanmu bagi membawamu ke dalam kerajaanKU,untuk menunjukkan hal-hal ini sehingga engkau dapat memberitahu dunia."
Saya mengangguk setuju dengan apa yang dikatakanNYA kepadaku.
Tuhan meneruskan:"Aku mau engkau mengingat semua yang Aku beritahukan dan tunjukkan kepadamu.Pastikan engkau menulis segala sesuatunya.Aku akan memastikan setiap orang mengerti segala hal yang Aku tunjukkan dan beritahu kepadamu."
Bagian kata-kataNYA ini mengangkat beban tanggung jawab yang berat,yang saya rasakan sejak Ia pertama kalinya memberitahu saya bahwa saya telah terpilih untuk melakukan pekerjaanNYA.Sekarang saya tahu,bahwa Ia hanya berkata melalui saya untuk disampaikan kepada orang lain.Saya hanya harus bersedia untuk dipakai olehNYA.Rupanya mudah sekali,setelah segala yang saya lihat dan alami.
Yesus melanjutkan,"Banyak orang berpikir Aku tidak pernah datang untuk mereka,tetapi Aku berkata,Aku datang lebih cepat dari yang mereka duga."
Ketika Ia mengatakan ini,nada suaraNYA berubah.Ia seolah-olah hampir marah,atau setidak-tidaknya saya merasakan urgensi yang sangat di dalam kata-kataNYA.Ini adalah suatu peringatan.Satu pesan yang harus saya sampaikan-dan saya sampaikan sekarang.Akhir zaman itu betul-betul ada pada saat ini.Yesus datang segera.
Saya percaya Tuhan telah siap untuk orang-orangNYA,tetapi orangNYA lah yang belum siap bagiNYA.Tapi pesan ini kedengarannya sangat mendesak.Inilah sebabnya saya harus menyampaikan pesan ini.Saya tidak punya pilihan lain-saya harus patuh kepada Tuhan.Manusia perlu diperingatkan bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat.Manusia perlu bersiap untuk kedatanganNYA yang kedua dengan menyesal atas dosa-dosa mereka dan menerima Dia ke dalam hidup mereka.
Alkitab jelas sekali tentang ini:
Yohanes 1:12-14 Tetapi semua orang yang menerima- Nya diberi- Nya kuasa supaya menjadi anak- anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama- Nya;orang- orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki- laki, melainkan dari Allah.Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan- Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada- Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Yesus-Firman Tuhan yang hidup-memberitahu saya untuk cepat pergi dan menyampaikan kepada orang lain,bahwa Ia segera kembali.Itulah yang dimaksudkanNYA ketika Ia berkata,"Kita ada banyak pekerjaan untuk dilakukan."
KUASA DALAM DARAH
Akhir Pebruari 1996 lebih menggetarkan dari permulaannya.Dari pukul 4 pagi sampai 5.30 pagi pada tanggal 28 Pebruari,Tuhan bersama saya.Ia datang kepadaku dan memberikan salam,"Choo Nam,Aku Tuhanmu."
Ia mengulurkan tangan dan memegang tangan saya,dan kami secara ajaib diangkat kepantai yang indah.Ia memegang tangan saya ketika kami berjalan sepanjang tepi laut,dan kali ini Tuhan seakan-akan ingin berbicara dengan saya.Seolah-olah dengan hasrat yang membara Ia ingin menyampaikan banyak hal kepada saya.
kami duduk di atas pasir dekat tepi lautan.Sementara air surut dan mengalir di depan kami,satu kejadian yang mengherankan terjadi.Tepi air berubah menjadi darah.Ombak berbuih merah tua memecah di depan kami.Seakan-akan darah itu kotor,dan saya bertanya,"Mengapa darahnya begitu kotor?"
"DarahKU,Choo Nam,"Ia berkata."Darahku menyucikan semua dosa-dosa anak-anakKU."
Saya mulai menangis mendengar pernyataan ini.Ia telah menumpahkan darahNYA untuk saya,menyucikan saya dari semua dosa-dosa saya.Ia yang tak mengenal dosa telah menjadi dosa untuk saya supaya saya dapat berpakaian kebenaran Tuhan.Dosa Domba Tuhan yang sempurna telah membasuh bersih dan membebaskan saya.Air mata tangisan saya timbul dari lubuk yang dalam di hati saya ketika saya sadar dengan segala syukur atas segala yang telah dilakukan oleh Yesus untuk saya.
"Jangan menangis,puteriKU."Ia berkata.
Badan transformasi saya tidak mempunyai perasaan jasmani sama sekali ketika kami terangkat dari tepi laut.Sensasi terbang dalam badan transformasi saya tidak membuat saya merasa pusing atau pening kepala.Sebab badan transformasi saya tidak memberi reaksi seperti badan duniawi saya jika dalam keadaan yang sama.
Renungan dalam Firman:
1 Yohanes 1:6,8 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
BENANG MERAH TUA
Ketika kami sampai di Kerajaan Surga,kami berjalan melalui jalan yang telah kami kenal,melewati gerbang yang sekarang sudah biasa kami lalui dan masuk istana putih.Kami mengganti pakaian dengan pakaian-pakaian kerajaan yang indah.Lalu kami pergi ke kolam lagi.
Kolam ini sangat istimewa,tempat yang luar biasa.Sekali lagi saya menyanyikan lagu-lagu dalam roh dan menari di hadapan Tuhan.Ia hanya duduk di atas batu laut dan menonton saya;menikmati kegembiraan saya.Kelihatannya Ia senang melìhat saya menari dan menyanyi dan memuji Tuhan.
"Apakah engkau suka tempat ini,puteriKU?"
"Ya,Tuhanku,"saya menjawab,sambil tersenyum.
"Aku akan membawamu kemari setiap kali engkau ke surga."
Pernyataan ini menggetarkan perasaan saya untuk dua sebab-saya ingin terus kembali,dan saya suka sekali keadaan yang istimewa dan luar biasa dekat kolam ini.Tempat ini seperti suatu sumber yang tenang jauh kesibukan dunia-tempat yang menyegarkan,penuh sukacita.Saya mencintai keadaan di sini.
Tidak lama,kami meninggalkan kolam dan berjalan menuju bangunan putìh dimana kami berganti jubah seperti sebelumnya dan terbang ke bawah menuju pantai di bumi.Saya heran mengapa Ia tidak menunjukkan sesuatu yang baru ketika Ia membawa ke surga kali ini.Kami berjalan sepanjang sungai di mana terowongan yang pernah saya lihat itu berada,dan saya melihat sungainya berubah menjadi darah.Yesus menunjuk,"Itu darahKU-darah yang Kutumpahkan bagi anak-anakKU."
Kata-kataNYA menyebabkan saya menangis.Saya menundukkan kepala saya,dan mulai tersedu-sedu.
Tuhan memegang kepala saya dan berkata,"Jangan menangis,puteriKU."
SuaraNYA bernadakan permohonan yang memilukan,menyebabkan saya terus menangis.Ia ingin sekali anak-anakNYA mengetahui bahwa dengan sukarela Ia mencucurkan darahNYA untuk mereka,tetapi banyak yang gagal untuk mengetahui pemberian yang luar biasa ini dalam hidup mereka.Lagi,kebenaran Alkitab bergema di dalam pikiran saya:Yohanes 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan- Nya, tetapi orang- orang kepunyaan- Nya itu tidak menerima- Nya.
Saya tahu,bahwa kenyataan ini menyebabkan sakit dan pedih dalam hati Tuhan saya,dan saya merasa begitu berharga dan bersyukur bahwa Ia telah memilih untuk berbagi perasaan ini dengan saya.
"Aku melakukan segalanya untuk anak-anakKU,"Ia berkata:"Walaupun demikian,ada dari mereka yang tidak percaya,dan bahkan beberapa yang percaya tidak hidup menurut firmanKU."
Bagaimana sakit hatiNYA ketika Petrus menyangkal bahwa ia mengenalNYA,dan bagaimana dalamnya penderitaan yang dialamiNYA ketika Yudas Iskariot mengkhianitiNYA.Bahkan setiap hari,seperti yang dikatakanNYA pada saya,anak-anakNYA menolak Dia,mengkhianatiNYA,melupakan Dia,dan kehilangan kuasa darahNYA yang tlah ditumpahkanNYA bagi mereka.Saya dapat merasakan kedukaan yang dalam dialami oleh Tuan saya.
Sekarang,saya tahu lebih dari sebelumnya mengapa panggilan saya harus dipenuhi.Orang-orang baik yang diselamatkan maupun yang sesat-perlu mengetahui kuasa darah Yesus.Mereka perlu mengerti sgala yang tlah dilakukanNYA untuk mereka di bukit Kalvari.
umat Tuhan,demikian juga dengan orang-orang dunia,perlu mengetahui bahwa Yesus tlah membuka jalan bagi mereka yang mengalahkan dunia,kegelapan,yang jahat,dan semua pekerjaan musuh.Darah Yesus-benang merah tua yang menyusun seluruh Alkitab-tlah membuka jalan bagi mereka.
Mereka perlu mengerti bahwa kebenaran yang dikatakan Yesus di dalam Wahyu sekarang ini ada pada zaman kita juga:
Wahyu 3:10 Karena engkau menuruti firman- Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
Wahyu 3:11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.
Wahyu 3:12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah- Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah- Ku, nama kota Allah- Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah- Ku, dan nama- Ku yang baru.
Wahyu 3:13 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat- jemaat. "
"SAYA TIDAK PATUT MENERIMANYA!"
Kami berjalan melewati sebuah gerbang putih yang indah seakan-akan bertahtakan gading murni dan mutiara-mutiara halus.Kemudian kami memasuki istana yang putih megah dimana seorang malaikat mengawal saya ke ruang hias dan saya mengenakan pakaian indah yang tlah disediakan untuk saya.
Lalu,Yesus membawa saya ke sebuah sungai.Sebuah dinding batu warna kelabu tersusun sepanjang aliran sungai,dan tumbuh-tumbuhan hijau dengan megahnya melatar-belakanginya.Saya melihat bagaimana jernih dan tenang airnya.Berkilauan seperti batu kristal terindah yang pernah saya lihat.
Tuhan mengulangi undangan yang disampaikan kepada semua orang yang mengikuti Dia dan mendapat rumah yang abadi bersama Dia di surga,"Mereka yang dapat datang kemari adalah mereka yang hatinya telah dimurnikan semurni air."
Saya kemudian melihat bangunan-bangunan menarik putih lainnya di dalam kawasan sungai yang indah itu,langsung di belakang pohon-pohon yang tinggi.Yesus membawa saya ke salah satu rumah kediaman itu.Sebuah rumah tinggal besar putih dengan susunan tanam-tanaman yang serba mewah dengan bunga-bungaan berwarna-warni dan pepohonan yang lebat.
Bunga-bunga yang paling mempesona yang pernah saya lihat itu menyemarakkan pintu keluar masuk.Pintu-pintunya juga cantik,dihiasi dengan panel-panel kaca yang berwarna-warni.
Di dalam istana,semuanya warna-warni dan bercahaya.Ruangan besar itu dipenuhi oleh orang-orang yang memakai pakaian-pakaian yang indah,dan setiap orang sedang memakai sebuah mahkota yang bertahtakan bermacam-macam permata.
Saya merasa seperti puteri Cinderella dalam suatu pesta dansa.Banyak kaum pria hadir di ruangan itu,tetapi sangat sedikit wanita.Tuhan tidak menerangkan siapa orang-orang tersebut atau mengapa mereka di situ,tetapi Ia memberitahu saya,"Engkau akan seperti mereka."
Saya menanggapi kata nubuatan ini dengan air mata.Setiap kali Tuhan memberi saya pengertian baru yang mendalam,saya akan menangis sebab merasa kecil skali oleh kebaikanNYA dan kasih karuniaNYA.Saya merasa begitu kecil,sehingga,saya mengatakan,"Saya tidak patut menerimanya!"
Suara Tuhan mengandung nada marah ketika Ia menegur saya,"Jangan mengatakan begitu lagi,puteri."
BUNGA-BUNGA,RUMAH-RUMAH BESAR,DAN ISTANA-ISTANA
Yesus memegang tangan saya dan membimbing saya keluar dari ruangan takhta ke dalam sebuah kebun bunga yang luas dan indah.Ketenteraman kebun yang sangat besar ini memenuhi saya dengan perasaan cinta.Saya mulai menyanyi dengan girang,dan sebuah senyuman ikut terukir pada wajah saya.Tuhan memetik sekuntum bunga,seperti sekuntum mawar,dan memberikannya kepada saya.Saya memegang terus bunga itu selama kunjungan ke kerajaan Surga ini berlangsung.
Kebun itu begitu luas sehingga saya tidak dapat melihat di mana batasnya berakhir.Betul-betul suatu taman Firdaus keindahan,kasih,kegembiraan,dan ketenteraman.Baunya lebih harum dari apapun yang saya ketahui.Jadi,inilah surga,dan surga lebih indah daripada sebagaimana yang pernah saya bayangkan.
Kami berjalan keluar dari kebun melalui suatu jalan yang sempit dan berliku-liku sampai ke suatu pemandangan gunung di bawah dimana ada sebuah lembah hijau yang subur.Saya dapat melihat sgala jenis binatang berlari-lari dan bermain-main diantara pohon-pohon.Saya terutama skali melihat seekor rusa yang menakjubkan kelihatannya begitu kuat dan sehat.Saya lihat bahwa hewan-hewan ini,yang biasanya dianggap sebagai hewan liar,sedang bermain dengan yang lain.Keadaannya seperti sebuah adegan dari film produksi Disney yang berjudul Bambi.
Pada saat saya menoleh ke arah lain,saya melihat sebuah sungai yang bagus skali.Ada dinding batu sepanjang sungai itu dan ada rumah-rumah yang hebat terletak di sebelah kiri sungai.Kebanyakan rumah itu kelìhatan seperti istana dimana hanya orang-orang yang sangat kaya skali yang dapat tinggal.
Tuhan berkata,"Ini adalah rumah-rumah untuk anak-anakKU yang istimewa."Saya ingin tahu benar tentang tempat ini,tetapi Tuhan tidak membawa saya untuk lebih dekat kepadanya.Ia hanya memperlihatkan kepada saya dari atas puncak bukit dan dalam jarak yang sangat jauh.
Setelah menikmati pemandangan itu,saya menyadari kebenaran firmanNYA:
Yohanes 14:2 Di rumah Bapa- Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Yohanes 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat- Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Yohanes 14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. "
Sekarang baru saya tahu rumah-rumah besar itu dan istana-istana adalah nyata,dan Tuhan telah menyediakannya untuk kita.Lebih penting lagi,Ia ingin kita bersamaNYA disana untuk selamanya!
"AKU AKAN MEMELIHARA BAYI-BAYI MEREKA!"
Setelah berjalan melalui jembatan emas yang bagus,Tuhan membawa saya ke sebuah tempat di mana bayi-bayi dan kanak-kanak yang masih kecil banyak di antaranya yang kelihatan seperti mereka baru saja dilahirkan-dipelihara.Suatu ruangan yang sangat besar sekali seperti sebuah gudang dan tidak menarik atau bagus.Ruangan ini dipenuhi oleh bayi-bayi yang telanjang dan berbaring dekat satu sama lainnya.
"Mengapa ada banyak sekali bayi disini?"saya bertanya.
"Ini adalah bayi-bayi dari ibu-ibu yang tidak menghendaki mereka.Aku akan memelihara bayi-bayi mereka!"Tuhan menjawab.
"Apa yang akan Kauperbuat dengan mereka,Tuhan?"
"Jikalau ibu-ibu mereka diselamatkan,mereka dapat memilikinya kembali."
"Apa yang terjadi kalau ibu-ibu mereka tidak diselamatkan?Lalu apa yang akan Kauperbuat?"
"Ibu-ibu yang lain akan memiliki mereka ketika semua anak-anakKU datang ke dalam kerajaan."
Saya lalu mengerti bahwa bayi-bayi ini telah digugurkan dari kandungan ibu mereka,dan saya mulai menangis.Yesus berteriak,"Aku tidak suka abortus!"SuaraNYA dan sikapNYA menjadi keras dan marah,dan saya mengerti,seketika itu juga,bahwa ini adalah sebuah berita yang akan segera saya bagikan dengan semua orang yang mau mendengarnya.
Tuhan tidak suka pengguguran kandungan.Itu adalah salah satu dosa yang terburuk bagiNYA.Yesus sendiri berkata,"Biarkan anak-anak itu datang kepadaKU,jangan menghalang-halangi mereka,sebab orang-orang yang seperti itulah empunya Kerajaan Tuhan"(Markus 10:14)
Yesus menyayangi anak-anak,dan saya dapat melihat kasihNYA yang lemah lembut akan bayi-bayi yang digugurkan pada waktu saya memperhatikan Dia dan mendengarkan Dia.
TEMPAT AIR KEHIDUPAN
Di dalam Kitab Wahyu,Kitab Injil berkata tentang “Air Kehidupan”.
“Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan,yang jernih bagaikan kristal,dan mengalir keluar dari takhta Tuhan dan takhta Anak Domba itu.Di tengah-tengah jalan kota itu,yaitu di seberang menyeberang sungai itu,ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas,tiap-tiap bulan sekali.”(Wahyu 22:1-2)
Setelah Tuhan membawa saya ke surga,kami pergi ke gedung putih,dan seorang malaikat membawa saya ke ruangan berhias di mana saya berganti pakaian.Ketika saya keluar,saya juga telah melihat Tuhan berganti pakaian surgawi.Ia membawa saya ke takhtaNya dan mengarahkan saya untuk duduk di atas sebuah kursi di sebelah Dia.Ini adalah pertama kalinya Tuhan mendudukkan saya di sebelahNya.
Di sana saya melihat banyak ora memakai pakaian dan mahkota yang indah duduk di depan kami.Kelihatanya orang-orang ini bermartabat tinggi dan penting.
“Tuhan,siapa orang-orang ini?”
“Mereka adalah orang-orang yang Aku berikan firmanKu,dan mereka dengan setia mencatat di dalam kitabKu.”
Ia menunjuk ke sebuah Kitab Injil yang hitam besar di sudut ruangan,dan saya melihat,halaman-halaman Kitab Injil membalik dengan sendirinya seakan-akan angin sepoi bergerak melalui halaman-halamannya.Saya heran,tetapi kemudian saya mengerti bahwa angin Roh Tuhan sedang berdesir melalui halaman-halaman Firman suci.
Orang-orang mulai berjalan keluar dengan perlahan,dan seorang malaikat membawa saya kembali ke ruangan berhias supaya saya dapat ganti pakaian biasa,dan badan saya mengambil bentuk seorang gadis remaja.
Saya lalu ingat,bahwa surga adalah suatu tempat di mana kamu tidak akan pernah menjadi tua,dan pikiran ini menggirangkan saya dan memenuhi saya dengan ketakjuban.
Kami menyeberangi jembatan emas lagi dan berjalan sepanjang sisi bukit dekat sebuah lembah yang indah.Sebuah pagar emas membentuk batas berkeliling seluruh daerah,dan pagar itu mempunyai beberapa pintu gerbang yang ditempatkan berdekatan satu dengan yang lain sekeliling seluruh batas.
Pohon-pohon ditanam dekat denga gerbang,dan bunga-bunga kuning cantik memenuhi tanah sekitar pohon-pohonan.Ini adalah sebuah kebun batu yang hebat yang menuju ke sebuah sungai yang jernih seperti kristal.
Saya melihat pohon-pohonnya sarat oleh buah-buahan berwarna ungu.Tuhan meraih dan memberikan saya sebuah untuk dimakan sedangkan Ia menikmati sebuah yang lain yang telah dipetikNya.
Sungai itu sempit,tetapi nampaknya tidak ada habis-habisnya ketika ia melewati lembah yang subur.
Tidak ada apapun yang ada di bumi ini-termasuk Pegunungan Rocky yang megah atau dataran yang berbuah-dapat dibandingkan dengan taman Firdaus yang subur di depan saya.
“Tempat apakah ini,Tuhan?”
“Ini adalah tempat air kehidupan.Maukah engkau minum?”
“Ya,Tuhan.”
Ia membungkuk dan melekukkan telapak tanganNya,mengisinya dengan air yang bersih dan suci.Ia minum dari tanganNya dan memberi tanda supaya saya meniruNya.
Saya menjangkau ke bawah dan mengisi telapak saya dengan air dan mengecap kesegarannya yang lezat.Ini adalah air yang termanis yang pernah saya rasakan.
“Apakah engkau suka air ini,puteriKu?”
“Sangat lezat,Tuhan.”
“Sekarang aku akan membawamu ke satu tempat yang sangat istimewa.”
IKAN DI SURGA?
Pada 25 Maret Yesus mengunjungi saya dari jam 06.35 pagi sampai 08.50 pagi.
Kami berjalan dan bercakap bersama seperti biasa di pantai.,di atas jembatan emas,sepanjang jalan yang berliku.Sesudah berjalan di jalan yang biasa sebentar,Tuhan mengiringi saya ke jalan yang lain,sepanjang sebuah jalan lebar dan putih.Kelihatannya seperti sebuah jalan raya di Amerika yang dibarisi oleh pohon-pohon pada kedua sisinya.
Pohon-pohon ini sangat tinggi,dan daun-daunnya paling menarik yang pernah saya lihat.Ketika kami berjalan,saya melihat,bahwa pohon-pohon itu mulai berubah warnanya.Seperti berjalan sepanjang deretan pelangi-susunan warna-warnanya luar biasa!
Jalan ini menuju ke sebuah bukit yang lebih kecil sekali dari gunung yang biasa kami daki.
Dari puncaknya lambat laun saya melihat sebuah sungai perak berkilauan oleh cahaya matahari surga.Deretan gunung-gunung dipenuhi pemandangan yang keindahannya hanya dapat dihasilkan oleh surga.Gunung-gunung kelihatan seperti berhutankan pohon-pohonan yang selalu menghijau.
KIami menuruni sisi bukit dan berjalan menuju ke air di mana kami melihat segala macam ikan berenang di sungai yang berbatu dasarnya.Sangat mengagumkan,saya melihat ikan di surga,dan saya mulai tertawa.Saya sangat menikmati saat ini sehingga saya melangkah dan mulai berjalan di dalam air.
Saya mengulurkan tangan saya ke bawah dan menangkap seekor ikan berbelang merah dan mengangkatnya keluar dari air.Saya tak dapat menahan tertawa saya,jadi ikan itu meloncat keluar dari tangan saya dan berenang ke tempat yang aman.Memperhatikan tangkapan saya berenang pergi dalam kebebasan mutlak,melompat-lompat dengan ikan-ikan lainnya,melompat-lompat dengan ikan-ikan lainnya,menyebabkan saya tertawa geli sampai keluar air mata.Saya menangkap seekor ikan yang lain-yang ini warnanya beda-dan ia melompat keluar dari tangan saya juga.Ini adalah waktu yang penuh dengan riang ria,dan Tuhan mulai tertawa bersama saya.
Ia mulai ikut serta dalam perbuatan saya,mengulurkan tangan dan menangkap seekor ikan yang angat besar berwarna seperti “lapisan berwarna-warni”.Ia melihat kepada ikan itu dengan kagum dan kemudian melemparkannya kembali ke dalam sungai,masih dengan tertawa.Sungguh menyenangkan sekali melihat Tuhan menikmati waktu bersama saya.
Saya terus tertawa-bebas,tertawa terbahak-bahak-dan rasanya begitu bahagia.Semakin saya mendengar tertawa Tuhan,semakin kuat saya tertawa.Akhirnya,saya dipenuhi oleh tawa,tetapi merasa sangat tenteram.
Yesus berkata:”Anakku,engkau tentunya sangat menikmati ini.Sukakah engkau memancing ikan?”
“Aku hanya menikmati keadaan di sini Tuhan.”
“Aku mempunyai lebih banyak ikan untuk ditunjukkan padamu nanti.Apakah engkau mau menangkap lebih banyak ikan?”
“Aku terlalu sibuk tertawa untuk dapat menangkap seekor ikan pun,Tuhan.”kata saya di tengah-tengah gelombang tawa.
“Lebih baik kita kembali sekarang,puteriKu.Aku harus membawamu ke suatu tempat yang lain.”
Kami meninggalkan sungai,dan saya merasa sangat dibersihkan oleh saat tawa yang menggembiakan sebelumnya.Ikan-ikan sangat mnyenangkan dan saya ingat,”Hati gembira adalah obat yang manjur.”(Amsal 17:22)
Saya merasa saya telah minum obat kegembiraan yang tidak akan habis selamanya!
MAKANAN UNTUK KERAJAAN
Tuhan dan saya berjalan sepanjang jalan lama sekali,kemudian kami membelok ke kanan,berjalan ke sisi bukit turun ke tangga dari batu.Saya melihat sebuah danau yang kelihatan seperti sebuah danau yang kelihatan seperti sebuah sungai yang sempit dan panjang.
“Apa yang akan Aku perlihatkan kepadamu,puteriKu,akan sangat menjadi berharga bagi anak-anakKu.”
Ada pohon buah-buahan yang bagus sekali pada kedua tepi sungai.Pada satu tepi,pohon-pohonnya menghasilkan buah berwarna ungu,pada tepi yang lain,pohon-pohonnya sarat dengan buah berwarna merah indah.
Buah-buahan ini begitu menarik,dan saya ingin sekali mencobanya.Buah yang merah berbentuk seperti titik-titik air mata yang besar.
Tuhan tentu tahu keinginan saya untuk mencoba buah-buahan ini,jadi Ia mengulurkan tangan,memetik satu dan memberikannya kepada saya untuk dimakan.
Ini tidak seperti buah yang pernah saya makan.Sedemikian lezatnya sehingga dari mulut badan jasmani saya keluar air liur turun ke sisi wajah saya.
“Mengapa engkau tidak makan,Tuhan?”
“Aku tidak lapar,tetapi aku girang engkau menikmatinya.”
Kami berjalan lama sekali,kemudian saya melihat sebuah jembatan yang sangat indah terbuat dari kayu merah.Ketika kami melaluinya,saya melihat ke bawah dan kelihatan airnya dipenuhi dengan banyak sekali jenis ikan yang berlainan.
“Apa gunanya ikan-ikan ini?”saya bertanya.
“Inilah makanan untuk kerajaan.”Tuhan menjawab.
Saya girang mengetahui,bahwa kita akan makan buah dan ikan di surga.
Kenyataan,bahwa ini adalah makanan utama kerajaan memberi kesan,bahwa kita harus memakannya lebih banyak di bumi.Saya selalu berpendapat,bahwa ikan dan buah adalah makanan sehat yang sangat berkhasiat,dan kunjungan ke surga ini menguatkan pendapat saya.
Melihat ikan berenang dengan leluasanya di dalam air selalu membuat saya tertawa.Saya mulai tertawa kecil dan kemudian saya bertanya,”Tuhan,di mana kita dapat memasaknya?Sebelum Ia menjawab saya teringat akan suarayang mengiringi penglihatan ajaib saya timbul.Sebab itu saya tahu Tuhan ingin memperlihatkan sesuatu kepada saya.
Saya melihat ke sebelah kanan air,dan saya melihat dinding batu yang besar dan tinggi sekali terbentang sangat jauh sehingga tak kelihatan oleh saya ujungnya.
Begitu tingginya saya tidak dapat melihat puncaknya.Saya dapat melihat pasir putih murni terbentang dari jalan sampai jauh ke dinding batu.Tidak ada pohon di sekitar tempat khusus ini,tetapi pasirnya begitu putih dan bersih.Pemandangan yang diberikan kepada saya melalui penglihatan ajaib ini sangat cantik.
Segera Tuhan menjawa pertanyaan-pertanyaan saya dengan masuk ke dalam air dan menangkap seekor ikan yang berwarna putih besar dan datar.Ukurannya sebesar kedua belah tangan saya,dan saya merasa adegan ini sangat menggirangkan.Saya mulai ketawa kecil sambil mengamatiNya.
Selanjutnya,saya berjalan denganNya melampui batu-batu,di mana saya melihat banyak tempat-tempat untuk memasak yang mmpunyai kompor-kompor berwarna perak dipasang pada batu.Di atas kompor adalah tempat memanggang dengan piring-piring berbentuk bujur telur dan garpu-garpu perak. Tuhan hanya menekan sebuah tombol pada sisi salah satu kompor dan api mulai menyala.
Ia kemudian mengambil peranan sebagai tukang masak,tepat di depan saya.Ia memanggang ikan itu sehingga kedua sisinya berwarna coklat.Ia kelihatan sangat gembira mengerjakan ini untuk saya.
Entah mengapa,saya ingin makan bagian ekor ikan itu,jadi saya menunjukkan padanya dan Tuhan memberikan saya setengah dari ikan itu.
Ia makan yang setengahnya lagi sambil saya melahap habis bagian yang diberikanNya pada saya.Ia sangat lezat.Sesungguhnya,saya tidak pernah mengecap ikan yang begitu lezat dan empuk sebelumnya.Tuhan mengawasi ketika saya menikmati makanan surgawi saya.
Ketika kami habis makan,Ia mengambil piring dan garpu saya dan menyimpannya ke dalam sebuah wadah perak.Lalu Ia berkata,”PuteriKu,seperti yang dapat engkau lihat,Aku tlah menyediakan segalanya untuk anak-anakKu.”
Saya tersenyum dengan girang sekali.
Kemudian kami kembali ke jalan dank e gedung putih di mana kami selalu berganti.Seorang malaikat mengiringi saya ke kamar hias,dan sesudah saya memakaijubah dan mahkota yang indah,Tuhan sedang menanti saya.
Ia memegang tangan saya,dan kami keluar ke kolam.Di sana,saya mulai menyanyi dan menari,seperti kebiasaan saya.Hari ini saya merasa istimewa sekali,dipenuhi kerendahan hati mengenai apa yang telah dilakukan oleh Tuhan ke atas saya,jauh lebih daripada hari-hari lainnya sejak Ia mulai membawa saya ke surga.
Tapi ini bukan karena saya makan ikan itu,ini adalah karena Tuhan dan Juru Selamatku memasak ikan itu dan kami memakannya bersama.Ia menunjukkan kasih sayangNya seperti yang dilakukanNya kepada rasul-rasulNya sebelum Ia naik ke surga.
Kemudian Tuhan memanggil saya untuk duduk di sebelahNya.Saya menyisipkan tangan saya di bawah lenganNya,dan wajah saya di atas bahuNya,lalu saya mulai menangis,”Biarlah aku tinggal di sini bersamaMu Tuhan.Aku tidak mau meninggalkanMu.Ini adalah saat yang berbahagia dalam hidupku.”
“Puteri,engkau harus melakukan pekerjaan ini untukKu.Aku tidak mau engkau kehilangan sedikitpun apa yang telah Kutunjukkan atau beritahukan kepadamu.Aku tahu engkau tiak mempunyai waktu untuk irimu sendiri,tetapi setelah semuanya selesai,engkau akan diberati.”
“Tuhan,hanya Roger yang dapat membantuku menulis,dan ia telah berbuat banyak untukku.”
“Beritahu dia.Aku mencitainya.Aku akan memberkati dia lebih dari apa yang diharapkannya.Beritahu dia juga untuk meluangkan waktu lebih banyak bersamaKu.Setiap orang yang mencintaiKu harus banyakmeluangkan waktu bersamaKu.”
Saat-saat yang indah berhubungan dengan Tuhan secara intim.
“Aku mencintaimu,anakKu sayang,”Ia membalas saya dengan suara yang penuh dengan kegembiraan.”Beritahu setiap orang,bahwa ada banyak sekali makanan di kerajaanKu.Apapun yang ada di sini akan terasa lebih lezat sangat lebih baik daripada makanan duniawi.Sukakah engkau akan ikan itu?”
Saya mengangguk tanda menyetujui.Waktu kami berdiri,Tuhan merangkul saya lalu berangkat.
SEBUAH TEMPAT KENIKMATAN
Alkitab mengatakan:”Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah,di tangan kananMu ada nikmat senantiasa.”
(Mazmur 16:11)
Kunjungan saya ke surga telah menunjukkan kepada saya kebenara ayat ini.
Surga adalah suatu tempat kenikmatan abadi.Tuhan suka menyenangkan anak-anakNya.
Ia ingin kita gembira.]
Pada 29 Maret saya bersama Tuhan dari jam 06.40 pagi sampai 08.45 pagi.
Badan saya bergetar selama dua puluh lima menit pada pagi itu,kemudian saya mendengar suara Tuhan dan melihat kehadiranNya.Ia memegang tangan saya,dan saya melihat badan trasformasi saya sedang berjalan sepanjang pantai bersama Dia.
Kami berjalan sepanjang tepi laut untk beberapa menit lamanya dan kemudian kami pergi ke surga.
Kami mengganti pakaian kami di dalam bangunan putih seperti biasa.Kemudian kami berjalan di atas jembatan emas,sepanjang sebuah jalan yang lebar yang belum kami lalui sebelumnya.Jalan ini menuju ke sebuah tempat yang sangattandus di mana tidak ada rumput,pohon maupun gunung-gunung.Seluruh pemandangan putih,seperti kami masuk ke gurun Kutub Utara.Kami terus berjalan sehingga kami ke ujung jalan.
Sebuah sungai yang luas sekali muncul di depan kami,dan saya melihat gunung-gunung pada kedua sisi airnya.Satu gunung yang ada di sebelah kanan sangat tinggi sekali.Kami berjalan sangat dekat dengan sungai yang tanahnya seperti kerikil.Batu kerikil kecil-kecil berbunyi klik!di bawah kaki kami ketika kami berjalan.
Sungainya dipenuhi oleh perahu-perahu kecil.Saya telah melihat pemandangan yang hampir serupa di bumi-danau-danau di mana orang-orang pergi memancing,berenang,berski air,atau hanya untuk menikmati naik perahu.
“Maukah engkau naik salah satu perahu-perahu itu?”Tuhan bertanya.
“Ya,”saya cepat-cepat menjawab,”Saya mau.”
Kami naik ke dalam salah satu perahu kecil,dan Tuhan mendayung dengan tanganNya.Ia membawa kami dengan cekatan.Ketika saya menengok melalui pinggir perahu,saya melihat sekelompok besar ikan berlainan warnanya sedang bermain-main dalam air.
Pandangan saya tertumpu pada air yang luar biasa beningnya.Saya dapat melihat ke dalamnya dengan jelas sekali.Seperti kristal yang terbening yang pernah saya lihat.Ikannya,seperti biasa menyebabkan saya ketawa.
Mereka adalah ikan-ikan yang cemerlang menakjubkan dan indah.Mereka menyerupai ikan-ikan hias yang besar yang digunakan untuk menghias kolam belakang halaman orang-orang di bumi.
“Ikan-ikan ini,puteriKu,adalah untuk kenikmatan.Seperti engkau,Aku suka mengawasi ikan-ikan berenang kian kemari dalam air.”
Begitu damai dan teneram di atas air yang tenang.Ketika saya memperhatikan sekeliling,saya merasa seperti kami sedang duduk di atas kaca raksasa.Kami meninggalkan perahu dan berjalan sepanjang jalan yang sama yang telah kami lalui untuk sampai ke danau;kemudian kami membelok ke sebuah jalanan gunung yang kecil dan sempit.Pemandangan yang bagus sekali di ujung jalan kecil menampakkan sebuah lembah yang rendah dan subur dipenuhi oleh rumput-rumput yang tinggi.Sebuah aliran air yang kecil meliuk-liuk melalui padang rumput yang terbuka luas.
Saya melihat sesuatu sedang bergerak melalui seperti lading gandum itu.Kemudian saya memperhatikan gerakan-gerakan lain di seluruh ladangnya.
Lembah itu dipenuhi oleh ternak yang kelihatan sangat menyerupai sapi-sapi di bumi.
“Catat ini,Choo Nam.Aku ingin semua anak-anakKu mengetahui apa yang sudah menanti mereka di surga.Aku tahu banyak anak-anakKu mempunyai pertanyaan tentang surga.Ada yang ingin tahu apakah akan ada makanan untuk dimakan di surga.”
Saya tahu jawaban atas pertanyaan itu,dan satu perasaan yang sangat menyenangkan memenuhi saya ketika memandang jauh pemandangan yang sangat bagus di depanku.Saya hampir tak dapat menahan semuanya itu.
Bagaimanapun,kami tidak dapat tinggal lama di sana.Segera Tuhan membawa saya kembali ke gedung putih di mana kami berganti pakaian kami kemudian pergi ke kolam.Saya mulai menyanyi karena girang.Lalu saya duduk di sebelah Tuhan.
“Apakah engkau menikmati pesiar dengan perahu,puteriKu?”Ia bertanya.
“Oh,ya.Tuhan”
“Ketika Aku membawa anak-anakKu kemari,Aku ingin mereka mendapat kesenangan.Mereka dapat melakukan banyak hal yang sama yang mereka lakukan di bumi.Aku ingin mereka berbahagia.Engkau mesti ingat segala hal yang Kuperlihatkan dan Kuberitahukan padamu.”
Kami kembali ke gedung putih,berganti baju dan kembali ke pantai di bumi.Tuhan kelihatannya tergesa-gesa,jadi kami tidak duduk dan bercakap kali ini.Ia hanya memeluk saya dan pergi.Seperti biasanya,badan saya berhenti bergoncang sesegera Ia berangkat.
Masih banyak lagi kesaksian yang lain yang dapat Anda temukan dalam buku “SURGA ITU NYATA” oleh Choo Thomas.
Mari kita hendaknya mulai menyadari apa artinya hidup kita sekarang ini.
Apakah hidup yang akan kita cari saat ini?hanya demi masa depan kita di dunia?ataukah juga demi masa depan kita di akhirat?antara surga dan neraka.Hanya kita sendiri yang dapat menentukan.
Pada saat kita pergi ke dalam kerajaan surga,dan hidup di sana untuk selamanya maka kehidupan itu akan seribu kali lebih baik darpada di bumi,meskipun kita waktu ini hidup dengan Tuhan kita Yesus di sini.Ia telah menyediakan segalanya bagi kesenangan kita,karena Ia tahu apa yang kita sukai.Kecantikan bumi tidak pernah dapat dibandingkan dengan surga.Beberapa orang akan berkata bahwa mereka tidak dapat percaya hal-hal ini karenahal-hal ini tidak ada di dalam Alkitab.
Itu hanya persoalan pilihan pribadi.
Bagaimanapun saya menemukan bahwa hampir segala sesuatu yang Tuhan telah perlhatkan kepada saya bersumber dalam ALKITAB.Tuhan telah memilih saya untuk nubuatan akhir zaman supaya Ia dapat menunjukkan kepada saya beberapa hal yang tidak diuraikan dengan jelas dalam Alkitab(Lihat Yoel 2:28-30).Ini sedang terjadi sebab Ia sudah siap untuk membawa orang-orangNya ke surga bagi yang percaya dan hidup dalam firmanNya.Alleluya…..